Sabtu, 31 Mei 2014

Mereka juga saudara kita



Sabtu, 10 Mei 2014. Saya mendapatkan banyak pengalaman yang baru dan belum pernah sama sekali saya rasakan. Pengalaman baru ini memberi banyak pelajar bagi diri saya dengan mendatangi sebuah Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Awalnya saya merasa takut dan merasa iba melihat mereka. Tapi ketika saya harus mencoba untuk mendekatkan diri kepada mereka, karena saya menyadari bahwa mereka akan menjadi saudara dan menjadi sahabat saya nantinya ketika saya lulus dan menjadi seorang Sarjana Psikologi.
Saya sangat beruntung karena saya masih bisa merasakan kehidupan yang normal. Saya merasa beruntung karena tempat tinggal saya masih dirumah dikala saya pulang bukan di sebuah rumah sakit jiwa, dan saya juga masih sangat beruntung ketika semua anggota keluarga saya masih peduli dan masih memberikan kasih sayang kepada saya.
Menjalani liku-liku perjalanan hidup memanglah sulit, ketika kita tidak bisa mengontorol diri kita, kita akan masuk kedalam lubang keabnormalan yang bisa membuat kita tidak merasakan kehidupan sebenarnya. Saya melihat rata-rata pasien yang ada di RSJ Grhasia masalah utama adalah sebuah kehidupan. Salah satunya adalah pasien yang saya wawancarai yaitu Mbak Susi. Dilihat dari tatapan matanya dia sangat membutuhkan sebuah kasih sayang dari orang-orang yang menurutnya penting dalam hidupnya. Mbak Susi mengatakan bahwa orang yang sangat dia sayangi adalah ibunya. Selama dia berada di rumah sakit tersebut ibunya maupun anggota keluarganya belum pernah sama sekali melihat keadaannya. Mbak Susi juga mengatakan kalau dia sangat rindu dengan ibunya, dia ingin sekali bertemu dengan ibunya bahkan Mbak Susi mengatakan bahwa dia ingin kembali kerumah. Bahkan orang sudah terkena gangguan jiwa pun masih memiliki rasa sayang yang besar kepada keluarganya yang sudah mengirimkan mereka ke sebuah rumah sakit jiwa dan lebih menyerahkannya kepada para suster, bagaimana dengan kita yang masih memiliki jiwa yang sehat? Apakah kita masih memiliki rasa sayang dan peduli kepada orang-orang yang penting dalam hidup kita?
Ketika saya mengajukan beberapa pertanyaan yang bersangkutan dengan bapak dia sempat terdiam. Kemungkinan besar salah satu penyebab dia memiliki gangguan jiwa berasal dari bapaknya. Karena dilihat dari rekam medis Mbak Susi bapaknya kemungkinan menikah dua kali. Tetapi dia ketika dia bercerita dia juga sayang kepada bapaknya. Dia rindu dikala bapaknya selalu menggendong dia, mungkin hal ini dia membayangkan ketika dia masih kecil.

Mendengar cerita Mbak Susi saya merasa kasihan, karena menurut saya dia seperti itu faktor utamanya adalah konflik yang ada didalam keluarganya. Seharusnya kita yang masih memiliki jiwa yang sehat harus bisa sadar dan introspeksi diri bahwa kejadian yang ada disekitar kita bisa menimbulkan sebuah konflik yang membuat salah satu dari anggota keluarga kita bisa terkena gangguan jiwa.
Selain itu diselang wawancara saya didatangi oleh 1 pasien yang tidak ikut dalam proses wawancara. Awalnya dia berkenalan dengan saya dan mulai bercerita tentang keluarganya juga. Mendengar ceritanya, ibu ini memiliki gangguan jiwa karena suaminya selingkuh. Kejadian tersebut membuat dia menjadi stres dan anggota keluarganya langsung memasukkan ibu tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Dia mengatakan lagi bahwa dia tidak sakit jiwa, tetapi anggota keluarganya langsung memasukkna dia ke rumah sakit jiwa tersebut. Dari pengakuan ibu ini sebenarnya dia tidak ingin tinggal di RSJ tersebut. Saya melihat bahwa mereka yang berada di RSJ tersebut tidak ingin berada disana. Karena hal itu membuat mereka kehilangan sebuah kasih sayang dari orang terdekar dan mereka juga kehilangan kepedulian dari orang-orang yang mereka sayangi.
Jadi buat kita yang masih memiliki jiwa yang sehat dan normal, kita harus peduli terhadap lingkingan sekitar kita, baik itu dengan keluarga maupun sahabat-sahabat yang penting dalam hidup kita. Jangan sampai orang-orang yang kita sayangi jatuh kedalam lubang keabnormalan yang membuat dia tidak akan merasakan kehidupan yang bermakna bagi dirinya.

SELAMAT MALAM ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar